*BREAKING NEWS – LINGKARAN ISTANA SUMSEL*
*JUMAT, 23 OKTOBER 2026 – LAPORAN INVESTIGATIF*
*LOKASI: SELARO / KECAMATAN BAYUNG LENCIR / KABUPATEN MUSI BANYUASIN / SUMATERA SELATan
*SELARO, MUBA -* Masa depan pendidikan anak-anak Selaro terancam dihancurkan. Pada *Jumat, 23 Oktober 2026*, Tim Investigasi *Lingkaran Istana Sumsel* turun langsung ke lokasi proyek pembangunan sekolah di *Selaro, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.*
Proyek tersebut adalah *penambahan 3 lokal ruang kelas baru di SDN Berseri Selaro* dengan nilai anggaran fantastis sebesar *Rp 686.630.000,-*
Namun fakta di lapangan sungguh miris. Tim menemukan dugaan kuat adanya praktik curang yang membahayakan nyawa ratusan siswa.
*TEMUAN UTAMA – 23 OKTOBER 2026:*
1. *Cor Sloof Pondasi Pakai Besi Banci:* Tulangan pondasi utama yang seharusnya memakai besi standar SNI diameter besar, diduga kuat memakai *besi banci (besi 8 banci)* yang diameternya jauh lebih kecil, mudah berkarat dan tidak kuat menahan beban bangunan.
2. *Tidak Sesuai Anggaran:* Dengan anggaran hampir 700 juta untuk 3 lokal, kualitas material yang terpasang sangat tidak sebanding. Diduga ada penggelembungan dan pemangkasan spesifikasi material.
3. *Ancaman Ambruk:* Sloof pondasi adalah jantung bangunan. Jika pakai besi banci, risiko retak dan ambruk sangat tinggi, terutama saat musim hujan dan gempa.
“Ini bukan lagi soal korupsi uang, ini kejahatan terhadap anak-anak! Dana 686 juta dari negara untuk mencerdaskan anak bangsa, malah dipakai untuk membangun jebakan maut. Kami mendesak Bupati Muba, Kejari Muba, dan Inspektorat Muba untuk segera turun dan audit total proyek ini,” tegas Tim Lingkaran Istana Sumsel di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan pada 23 Oktober 2026, pihak pelaksana proyek dan Kepala SDN Berseri belum berhasil dikonfirmasi. Warga Selaro berharap APH tidak tutup mata.
*#UsutTuntas #KorupsiPendidikan #SelamatkanSekolah*
*Tim Investigasi Lingkaran Istana Sumsel – Laporan Khusus Jumat, 23 Oktober 2026*





