Kotim.Lingkaran istana – Kontingen Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dilepas secara resmi oleh Wakil Bupati Kotim, Ibu Irawati, pada hari Jumat (17/05/2024) di Aula Runjab Bupati Kotim.
Pelepasan ini menandai kesiapan Kotim untuk berlaga di Festival Budaya Isen Mulang 2024 yang akan diadakan di Palangka Raya dari tanggal 17 hingga 23 Mei 2024.
Acara pelepasan dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk Ketua DPRD Kab. Kotim Ibu Drs. Rinie, Dandim 1015/Spt Letkol Inf Muhammad Tandri Subrata, S.A.P., M.Han, perwakilan Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri Kab. Kotim, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Kotim Bima Eka Wardana.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata Kotim menyampaikan bahwa Kontingen Kotim akan mengikuti berbagai perlombaan dalam festival tersebut, termasuk lomba seni tari, musik, dan tradisional. Beliau juga berpesan kepada para peserta agar tampil dengan penuh semangat dan membawa nama baik Kotim.
Wakil Bupati Kotim, Ibu Irawati, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam persiapan Kontingen Kotim. Beliau juga berpesan kepada para peserta agar menjaga kesehatan, disiplin, dan fokus selama mengikuti festival.
Ibu Irawati juga mengingatkan para peserta agar menjaga nama baik Kotim selama berada di Palangka Raya. Beliau berharap agar Kontingen Kotim dapat meraih prestasi terbaik dalam festival tersebut.
Mereka telah menjalani latihan intensif selama beberapa bulan terakhir untuk mempersiapkan diri mengikuti festival tersebut.
Festival Budaya Isen Mulang merupakan salah satu festival budaya terbesar di Kalimantan Tengah. Festival ini bertujuan untuk melestarikan dan mempromosikan budaya Dayak di Kalimantan Tengah.
Dan wakil bupati kotim juga menyampaikan pesan bupati kotim permohonan maaf bupati kotim yang tidak bisa hadir karena beliau ada kegiatan yang lain nya,” kata irawati.
Diharapkan dengan keikutsertaan dalam Festival Budaya Isen Mulang 2024 ini, Kotim dapat semakin dikenal dan dipromosikan sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisi.
(Fahrul Raj)












