Lahat, Lingkaranistana.id – Syogyanya sebagai Kepala Sekolah adalah contoh atau teladan bagi guru dan murid disekolah, karena sudah menjadi tugas serta memberikan contoh kepada guru khususnya bagi anak didik disekolah seperti datang lebih awal serta selalu ada disekolah. Akan tetapi justru berbeda dengan kepala sekolah di Kabupaten Lahat, Kepala Sekolah SMK N 2 Lahat malah terpantau jarang masuk sekolah dan bahkan sangat sulit sekali berhubungan untuk koordinasi. Rabu, 8/01/25
Dikatakan guru kelas jurusan Akuntansi di SMK N 2 Lahat Kepala sekolah yang bernama Saiful sudah hampir satu tahun tidak pernah masuk sekolah
” Jarang sekali kami melihat Kepala Sekolah, bahkan untuk kepentingan sekolah kami sangat susah untuk berkoordinasi, Kita tahu banyak sekali urusan yang harus diselesaikan oleh Kepala Sekolah dan tidak bisa diwakilkan, sejauh ini kami sangat berharap agar Dinas Pendidikan Provinsi segera membenahi sistem yang ada pada sekolah tempat kami mengajar, bukan hanya kami yang sangat dirugikan dengan sikap Kepala Sekolah namun justru anak didik disekolah terhambat oleh baju seragam yang belum diterima dan masih banyak lagi permasalahan yang ada” tukas guru yang masih enggan disebutkan namanya
Senada dikatakan Ifan Scurity sekolah yang saat diminta keterangan mengatakan kalau Kepala Sekolah sudah lama tidak masuk sekolah
” Nah lah lame nian dik tekinak ngak Kepala Sekolah (sudah lama tidak melihat Kepala Sekolah)” ungkap Ifan singkat kepada pewarta setiap kali ditanaya ada Kepala Sekolah atau tidak
(A A) yang merupakan anak didik disekolah SMK N 2 Lahat jurusan TKJ menuturkan Jilbab dan Atribut belum diterima sampai sekarang sudah naik kelas
” Entah sampai kapan kami akan menerima Jilbab ” tutur siswi meninggalkan pewarta saat meminta keterangan
Herly












