Indramayu/lingkaranistama.id – Di tengah kesunyian Dusun Rancawas, RT 05 RW 02, Desa Temiyang, Kecamatan Kroya, Indramayu berdiri sebuah rumah renta yang nyaris ambruk. Penghuninya, pasangan suami istri lansia, Ono Carsono dan Sakeng, menjalani hari-hari dengan penuh kekhawatiran di bangunan yang dindingnya rapuh, atapnya bolong, dan strukturnya membahayakan.
Keduanya hidup dalam keterbatasan, tanpa penghasilan tetap, serta jauh dari fasilitas memadai. Melihat situasi memprihatinkan ini, Pemerintah Desa Temiyang bergerak cepat. Dipimpin Sekretaris Desa, Usmanto, perangkat desa mendatangi kediaman pasangan tersebut dan menyalurkan bantuan awal berupa paket sembako.
Namun, bantuan itu baru langkah pertama. Usmanto menegaskan pihaknya sedang mengajukan permohonan ke pemerintah daerah agar rumah Ono dan Sakeng dapat dibangun kembali dengan kondisi aman dan layak.
“Kami berupaya keras mencari solusi permanen, meski desa belum memiliki anggaran khusus untuk program Rutilahu,” ujarnya, Jumat/01/08/2025.
Pemerintah desa kini juga menggandeng berbagai pihak untuk mempercepat penanganan, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Indramayu yang merencanakan kunjungan ke lokasi dalam waktu dekat.
Kepala Desa Temiyang, Sofyan Hadi, melalui pernyataan tertulis menegaskan komitmen desa untuk memperjuangkan kesejahteraan warganya.
“Ini bukan hanya soal rumah yang hampir roboh, tapi soal kepedulian dan kemanusiaan. Kami berharap perhatian dari semua pihak, mulai dari pemerintah kabupaten hingga provinsi,” tegasnya.
Kisah Ono dan Sakeng menjadi pengingat bahwa di balik gegap gempita pembangunan, masih banyak warga yang menanti uluran tangan demi mendapatkan hunian yang aman dan layak.
( Maman )
Rumah Nyaris Roboh, Pasangan Lansia di Temiyang Butuh Uluran Tangan






