Kajian Sejarah Ungkap Silsilah Sahih: Sultan Fuad Abdurrahman Syaifuddin Resmi Bertahta sebagai Raja Jambi ke-

TEBO – LINGKARAN ISTANA. ID — Sejak dilantik pada tahun 2022, Sultan Fuad Abdurrahman Syaifuddin secara resmi memegang tampuk kepemimpinan adat sebagai Raja Jambi ke-22. Beliau merupakan keturunan generasi keempat dari Pahlawan Nasional asal Jambi, Sultan Thaha Syaifuddin.

​Penobatan ini bukan sekadar prosesi seremonial belaka, melainkan lahir dari hasil kajian ilmiah dan penggalian data sejarah yang mendalam oleh dua sejarawan terkemuka, yaitu Dr. Drs. Yusdi Andra, M.Pd. dan Via Viky,
Melalui penelusuran silsilah serta penemuan benda-benda peninggalan bersejarah yang tersimpan di kediaman Sultan Fuad, keabsahan garis keturunan ini teruji secara historis.
​Enam Bukti Historis dan Artefak Valid

​Penetapan keabsahan silsilah ini didasarkan pada penemuan dokumen resmi dan pengujian artefak penting, di antaranya:
​Stamboom Van Kraton Jambi (1900):
Dokumen silsilah karangan Van Hasselt mencatat 15 istri Sultan Thaha dengan satu Permaisuri bernama Ratu Halijah. Dari empat anak Ratu Halijah, hanya Ratumas Intan binti Sultan Thaha Syaifuddin yang memiliki keturunan melestarikan garis tersebut.

​Warkah Korespondensi ke Buitenzorg: Surat sejarah dari Ratumas Intan kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Istana Bogor yang meminta pengangkatan putranya, Sa’id Abdullah bin Sa’id Abbas, sebagai Zelfbestuur (Penguasa Mandiri) di Jambi, lengkap dengan lampiran silsilah keluarga.​Dokumen Silsilah Keluarga: Arsip Kartu Keluarga Sa’id Abdullah yang mencantumkan nama Syarifah Fadlu, yang tidak lain adalah ibu kandung dari Sultan Fuad Abdurrahman.
​Regalia Stempel Sultan Thaha: Artefak asli stempel Kerajaan Sultan Thaha yang tersimpan rapi secara turun-temurun di kediaman Sultan Fuad.
​Cincin Stempel Emas Ratu Halijah: Cincin stempel kerajaan berbahan emas peninggalan Permaisuri yang telah berhasil dibaca dan diverifikasi reaches teksnya.

​Penabalan Sesuai Pakem Tradisi Istana
​Prosesi penabalan (penobatan) Sultan Fuad disusun dan dilaksanakan secara khidmat mengikuti tradisi luhur Raja-Raja Jambi terdahulu. Penobatan ini disaksikan serta disahkan oleh para ulama, saudara tua (kerabat senior), dan klan dari Sultan Mas’ud Badaruddin.
​”Seluruh rangkaian penobatan dirancang berdasarkan fakta dan data sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui sambungan telepon,awak.media Lingkaran Istana, berkomunikasi langsung sama sejarawan Via Viky .bener ,,semuanya adalah hasil dari penelitian, Pengalian kami berdua sama pak Rusdi. ucap Via Viky  dan beliau banyak bercerita tentang sejarah kesultanan Jambi,,Hingga hari ini, belum ada pihak yang memprotes atau sanggup membantah keabsahan data ini melalui adu data maupun jurnal akademik,” ujar tim peneliti.

​Hadirnya kepemimpinan Raja Fuad ini,diharapkan dapat menjadi simbol pemersatu masyarakat Jambi. Momentum ini menjadi sarana bagi masyarakat Jambi untuk saling mengenal, menghargai sejarah lokal, serta merawat warisan budaya Kesultanan Jambi agar tidak punah ditelan zaman.( Hi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *