TEBO – Lingkaran Istana.Id – Ketegangan antara masyarakat Desa Balai Rajo dengan manajemen PT Wana Mukti Wisesa belum menemukan titik terang. Pemerintah Desa (Pemdes) bersama warga secara tegas melarang seluruh armada/mobil milik PT Wana Mukti Wisesa dan PT Lestari Asri Jaya untuk melintasi jalan desa menuju arah ponton penyeberangan Kamis (30/7/2026).
Penolakan keras ini dipicu oleh krisis komunikasi dan tidak adanya kesepakatan resmi terkait penggunaan akses jalan desa. Warga merasa kecewa lantaran pihak perusahaan terkesan memutus komunikasi saat perbaikan jalan dilakukan bulan lalu dan enggan berkontribusi dalam pemeliharaan infrastruktur jalan tersebut.
Merespons aksi penolakan warga, jajaran Muspika yang terdiri dari Camat VII Koto Ilir, pihak Polsek, serta Kepala Desa (Kades) Balai Rajo langsung turun tangan menggelar mediasi darurat bersama manajemen PT Wana Mukti Wisesa dan LAJ.
Namun, meski diskusi intensif telah berlangsung selama beberapa jam untuk mencari solusi terbaik (win-win solution), pertemuan tersebut berakhir buntu (deadlock). Kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan.

Saat dikonfirmasi oleh awak media Lingkaran Istana melalui pesan singkat WhatsApp, Kepala Desa Balai Rajo membenarkan adanya aksi penolakan dan mediasi yang belum membuahkan hasil tersebut.
”Benar adanya kejadian penolakan mobil atau armada PT Wana Mukti Wisesa dan LAJ. Mereka tidak boleh lewat di jalan Desa Balai Rajo untuk penyeberangan ponton,” ujar Kades Balai Rajo secara tegas, Kamis (30/7/2026).
Pihak Pemdes dan masyarakat Balai Rajo menuntut adanya ruang dialog yang sehat serta komitmen transparan dari manajemen PT Wana Mukti Wisesa, khususnya mengenai kompensasi dan kontribusi nyata dalam perbaikan/pemeliharaan jalan desa.
Selama belum ada kesepakatan resmi yang menguntungkan kedua belah pihak, armada PT Wana Mukti Wisesa / LAJ dipastikan tetap dilarang keras melintasi jalur penyeberangan ponton Desa Balai Rajo. Pemdes Balai Rajo mengimbau manajemen perusahaan untuk segera membuka pintu dialog yang kooperatif demi menyelesaikan polemik ini secara damai dan tertib. (Hi)










