Refleksi Perjuangan Sultan Thaha. IAI An-Najah Jambi Gelar Seminar Nasional Peringati Hari Pahlawan 2026

TEBO, LINGKARAN ISTANA ID – Memasuki bulan November 2026 yang penuh dengan gelora semangat patriotisme, Institut Agama Islam (IAI) An-Najah Jambi bersiap menggelar Seminar Nasional untuk mengenang dan mendalami jejak sejarah perjuangan Sultan Thaha Syaifuddin dalam Perang Kemerdekaan 1855–1904. Acara yang diinisiasi langsung oleh Rektor IAI An-Najah Jambi, Dr. Drs. Yusdi Anra, M.Pd., ini diselenggarakan tepat pada peringatan Hari Pahlawan, Selasa, 10 November 2026, pukul 20.00 WIB.

​Seminar nasional tersebut menjadi momen krusial untuk menggali kembali spirit perlawanan serta nilai-nilai kejuangan pahlawan nasional asal Jambi. Rektor IAI An-Najah Jambi, Dr. Drs. Yusdi Anra, M.Pd., menegaskan pentingnya mewarisi keteladanan Sultan Thaha Syaifuddin di tengah tantangan zaman modern.
​”Sultan Thaha Syaifuddin bukan sekadar figur sejarah, melainkan simbol keteguhan watak dan kepahlawanan yang pantang menyerah melawan penjajahan selama kurun waktu 1855 hingga 1904.

Melalui momentum peringatan Hari Pahlawan tahun 2026 ini, kami berharap generasi muda, khususnya mahasiswa, mampu menyerap nilai-nilai patriotisme dan integritas moral beliau untuk melangkah maju membangun bangsa,” ujar Dr. Yusdi Anra.

​Tak hanya mengulas perjuangan Sultan Thaha, suasana seminar juga akan semakin bergelora dengan pemutaran kembali petikan pidato legendaris Bung Tomo yang membakar semangat para pemuda Surabaya pada 10 November 1945:
​”Selama kita masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah dan putih, maka selama itu tidak akan kita menyerah kepada siapa pun juga… Merdeka atau mati! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!”

​Pekik pidato Bung Tomo tersebut dihadirkan sebagai pengingat bahwa semangat membela tanah air—baik yang dikobarkan oleh Sultan Thaha di tanah Jambi maupun oleh para pejuang di Surabaya—berakar pada keberanian dan keteguhan iman yang sama.
​Kegiatan ini akan menghadirkan akademisi, sejarawan, serta tokoh masyarakat guna mendiskusikan relevansi sejarah perjuangan lokal Jambi dalam kontestasi sejarah nasional.

Antusiasme peserta pun sudah terlihat dari tingginya jumlah pendaftar. Salah satu topik utama yang akan dibahas mendalam yakni strategi diplomasi dan gerilya Sultan Thaha dalam mempertahankan kedaulatan tanah Jambi dari cengkeraman kolonial.

​Melalui penyelenggaraan seminar nasional ini, IAI An-Najah Jambi menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga konsisten menjadi garda terdepan dalam merawat ingatan kolektif sejarah serta menanamkan jiwa nasionalisme.

(Hi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *