PALEMBANG, MLi.id — Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Mendi Inderawan, menegaskan komitmen Fraksi PDIP untuk menjadi corong utama aspirasi masyarakat dalam setiap proses pembahasan dan penentuan kebijakan anggaran di DPRD Provinsi Sumatera Selatan.
Pernyataan tersebut disampaikan Mendi usai menerima amanah partai sebagai pimpinan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Sumatera Selatan. Ia menyebutkan, kepercayaan yang diberikan partai merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
“Ini adalah amanah yang besar dan berat. Tugas kami mengoordinasikan seluruh anggota fraksi dari berbagai daerah pemilihan agar aspirasi masyarakat bisa dihimpun dan dituangkan dalam pokok-pokok pikiran DPRD,” ujar Mendi.
Mendi menjelaskan, Fraksi PDIP DPRD Sumsel saat ini beranggotakan sembilan legislator yang berasal dari berbagai daerah pemilihan. Seluruh aspirasi masyarakat yang diperoleh para anggota fraksi akan dibawa dan diperjuangkan dalam pembahasan anggaran bersama Badan Anggaran DPRD serta dinas-dinas terkait.
Ia menegaskan, DPRD memiliki peran strategis dalam proses pembahasan dan persetujuan anggaran yang disusun oleh pemerintah daerah, dengan tetap mengacu pada visi dan misi Gubernur Sumatera Selatan.
“Pemerintah daerah menyusun anggaran berdasarkan visi dan misi gubernur. DPRD membahas, menyempurnakan, dan menyetujuinya, sekaligus memastikan aspirasi masyarakat terakomodasi dalam proses tersebut,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Mendi juga menyoroti sejumlah sektor prioritas yang menjadi perhatian Fraksi PDIP, di antaranya infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat.
Ia menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam melakukan pembenahan infrastruktur yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius di berbagai daerah.
Selain infrastruktur, sektor kesehatan menjadi fokus utama Fraksi PDIP karena berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat. Mendi berharap anggaran kesehatan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Di bidang pendidikan, Mendi menilai masih banyak sekolah yang memerlukan perbaikan sarana dan prasarana, serta peningkatan kualitas dan kedisiplinan tenaga pendidik agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih maksimal.
Sementara itu, sektor ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian penting, khususnya yang berkaitan dengan pertanian, UMKM, dan ketahanan pangan.
“Pertanian, UMKM, dan pangan merupakan sumber kehidupan masyarakat. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” tegasnya.
Menanggapi kondisi daya beli masyarakat yang cenderung melemah, Mendi mengungkapkan bahwa di Provinsi Sumatera Selatan terdapat lebih dari 500 ribu pelaku UMKM yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UKM.
Menurutnya, pelaku UMKM membutuhkan dukungan nyata dari pemerintah, mulai dari kemudahan perizinan, akses permodalan, hingga bantuan pemasaran.
“Kami mendorong pemerintah provinsi agar menganggarkan secara maksimal program pemberdayaan UMKM. Tanpa dukungan permodalan, pemasaran, dan peningkatan keterampilan, UMKM akan sulit berkembang,” pungkasnya.
(Toni)










