Sinergi Polri dan Pemprov Sumsel: Memperkuat Kesiapsiagaan Karhutla demi Udara Bersih 2026

PALEMBANG, LINGKARAN ISTANA — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan mempertegas komitmennya dalam mendukung agenda strategis nasional melalui penguatan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian penting dari peran Polri dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus kelestarian lingkungan di wilayah Sumatera Selatan, khususnya menjelang musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan, Kebun, dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Graha Bina Praja, Jalan Kapten A. Rivai, Palembang, Jumat (24/4/2026).

Bacaan Lainnya

Rapat koordinasi ini bertujuan menyelaraskan langkah antara kepolisian, pemerintah daerah, serta instansi terkait dalam mengantisipasi potensi karhutla. Fokus utama yang ditekankan adalah transformasi pola penanganan dari responsif menjadi preventif, melalui deteksi dini dan penguatan sinergi lintas sektoral.

Kebijakan tersebut sejalan dengan program Presisi Polri serta arahan pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan lingkungan dan stabilitas ekonomi nasional. Penanganan karhutla yang efektif dinilai krusial untuk menjaga aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mencegah dampak kesehatan akibat kabut asap.

Dalam implementasinya, Polda Sumatera Selatan telah menggerakkan jajaran Polres di sejumlah wilayah rawan, seperti Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Musi Rawas Utara, untuk mengintensifkan patroli terpadu. Sepanjang periode Januari hingga April 2026, tercatat lebih dari 3.004 kegiatan patroli karhutla telah dilaksanakan, disertai penyebaran maklumat larangan pembakaran lahan kepada masyarakat.

Langkah tersebut dinilai berdampak positif terhadap peningkatan kesiapsiagaan daerah dalam menekan potensi titik panas (hotspot). Keterlibatan aktif Polri di lapangan juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan bahwa jajarannya tidak akan menunggu terjadinya kebakaran besar untuk bertindak.

“Kita harus mengedepankan paradigma pencegahan. Deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, serta patroli rutin harus menjadi prioritas utama. Sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya bupati dan wali kota, menjadi kunci keberhasilan dalam penanganan karhutla,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa seluruh sarana dan prasarana telah disiagakan guna mendukung upaya pencegahan.

“Kami terus mengedepankan pendekatan humanis melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, namun tetap disertai penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran. Polda Sumsel berkomitmen mewujudkan Sumatera Selatan bebas asap melalui kolaborasi seluruh elemen,” katanya.

Melalui langkah strategis yang terukur dan kolaboratif, Polda Sumatera Selatan optimistis upaya pencegahan karhutla dapat berjalan efektif. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat diyakini menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan, melindungi lingkungan, serta mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman karhutla.

Editor : Toni

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *