TEBO – Lingkaran Istana Id – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 ke 81, gelombang keprihatinan muncul terkait menurunnya gelora dan kemeriahan penyambutan hari bersejarah tersebut di tingkat kecamatan hingga desa. Alasan penghematan anggaran dan efisiensi dinilai mulai mengikis jiwa nasionalisme serta semangat perjuangan yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa.
Kondisi ini mendapat sorotan tajam dari Rumah Juang Rampas Setia 08 Berdaulat Kabupaten Tebo. Mereka menyayangkan sikap segelintir pihak yang dinilai lemah dan menyurutkan semangat kemerdekaan hanya karena persoalan penyesuaian dana.
”Kemana akal sehat kita? Para pejuang pendahulu kita mempertaruhkan nyawa, darah, dan air mata demi kemerdekaan bangsa ini. Masa kita sekarang cuma gara-gara anggaran berkurang—ingat, berkurang dan bukan nihil—langsung kendor dan tampak seperti ‘orang sakit’. Seharusnya kita tetap tegar, kreatif, dan kuat!” tegas M Husni Ketua Rumah Juang Rampas Setia 08 Berdaulat Kabupaten Tebo.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan keprihatinan yang mendalam atas minimnya giat dan atmosfer peringatan kemerdekaan di sejumlah wilayah kecamatan dan desa di Kabupaten Tebo tahun ini. Dikhawatirkan, narasi efisiensi anggaran justru dijadikan tameng bagi pemegang kebijakan di setiap kecamatan dan desa untuk memaklumi minimnya kepedulian terhadap momentum sakral bangsa.
Rumah Juang Rampas Setia 08 Berdaulat Kabupaten Tebo,mengingatkan bahwa nilai dari peringatan 17 Agustus bukanlah seberapa megah panggung yang dibangun, melainkan seberapa membara jiwa patriotisme dan persatuan masyarakat dalam merawat kemerdekaan.
Pihaknya mengajak seluruh pimpinan wilayah, tokoh masyarakat, dan pemuda di tingkat kecamatan hingga desa untuk kembali membangkitkan rasa bangga berbangsa dan bernegara.
Momen Refleksi Bersama
Kemerdekaan Dibeli dengan Nyawa: Pengorbanan pahlawan tidak bisa dibandingkan dengan sekadar keterbatasan anggaran daerah/desa.
Keterbatasan dana seharusnya memicu kreativitas dan semangat gotong royong warga, bukan malah memadamkan kegiatan.
Tetap Tegar dan Berdaulat: Menjaga martabat hari sakral 17 Agustus 1945 adalah kewajiban moral seluruh elemen masyarakat.
Dengan semangat yang tak boleh padam, Rumah Juang Rampas Setia 08 Berdaulat Kabupaten Tebo berharap seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi pejabat publik, untuk dapat bahu-membahu menyemarakkan HUT ke-81 RI dengan penuh kebanggaan dan kekhidmatan.(Hi)










