Sungai Cilalanang Meluap, Warga Kroya Bahu-Membahu Hadapi Banjir

Oplus_131072

Indramayu,/lingkaranistana.id  — Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu dan sekitarnya sejak Minggu malam mengakibatkan meluapnya Sungai Cilalanang pada Senin pagi. Luapan sungai ini menyebabkan jembatan penghubung antar desa di Blok Bangong, Desa Tanjungkerta, serta wilayah Desa Temiyang dan Temiyangsari terendam air setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa, Senin/21/04/2025

Akibat banjir ini, akses warga dari dan menuju desa menjadi lumpuh total. Banyak pengendara sepeda motor yang terjebak di tengah arus air. Beberapa motor bahkan mogok karena mesin kemasukan air. Tak sedikit warga yang terpaksa memutar arah untuk mencari jalur alternatif, sementara sebagian lainnya memilih nekat melintasi genangan dengan bantuan warga setempat.

Di tengah situasi sulit itu, semangat gotong royong warga Blok Bangong dan desa sekitar menjadi pemandangan yang menginspirasi. Puluhan warga secara sukarela turun ke jalan, membantu mendorong kendaraan yang mogok, menuntun orang lanjut usia melintasi arus, dan mengatur lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan. Mereka bekerja tanpa komando, digerakkan oleh rasa solidaritas yang kuat.

“Air mulai naik sekitar pukul tiga dini hari. Banyak warga panik, apalagi yang harus bekerja pagi-pagi. Kami spontan turun tangan karena ini sudah jadi bagian dari kebiasaan kami saling bantu,” ujar Jajat (34), salah satu warga yang ikut membantu sejak subuh.

Tak hanya masyarakat, aparatur pemerintah desa dan tim relawan juga turun langsung ke lokasi untuk menangani situasi darurat. Beberapa petugas ditempatkan di titik-titik rawan untuk mengarahkan arus kendaraan serta memberikan informasi jalur alternatif melalui Desa Cikedung dan Kertanegara.

Kepala Desa Tanjungkerta, Suwarno, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) untuk menyalurkan bantuan logistik serta merancang upaya jangka panjang. Salah satu solusi yang tengah dikaji adalah program normalisasi Sungai Cilalanang dan pembangunan tanggul penahan banjir di titik-titik kritis.

“Ini bukan kejadian pertama. Maka dari itu, kami dorong percepatan normalisasi sungai agar warga tidak terus-menerus terdampak setiap musim hujan,” ujar Suwarno.

Meski banjir mulai surut menjelang siang hari, warga tetap diminta untuk waspada karena prakiraan cuaca dari BMKG menyebutkan potensi hujan lebat masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Di sisi lain, musibah ini kembali menunjukkan kekuatan sejati masyarakat Kroya: gotong royong, kepedulian, dan keteguhan hati.

Di saat air menggenang jalan dan harapan nyaris tenggelam, masyarakat Kroya justru membuktikan bahwa solidaritas bisa menjadi jembatan terkuat menghadapi bencana. ( Maman )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *