SAMOSIR- LINGKARANISTANA.ID
Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2025 Persaudaraan Advokat Nusantara (Peradi Pergerakan) yang digelar di Ballroom Hotel Vantas, Samosir, Sumatera Utara, Jumat (27/6/2025), tak hanya menjadi momentum konsolidasi organisasi advokat, tetapi juga wujud nyata sinergi antara profesi hukum dengan penguatan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

Dengan memilih Samosir sebagai lokasi penyelenggaraan, Peradi Pergerakan menunjukkan pendekatan strategis bahwa kegiatan keprofesian tidak harus terbatas pada ruang-ruang diskusi hukum semata, melainkan dapat memberi kontribusi langsung terhadap perputaran ekonomi lokal.
Ketua Umum Peradi Pergerakan, Hermawan Taslim, menegaskan bahwa advokat memiliki peran sosial yang penting dalam mendorong kemajuan daerah.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Rapimnas ini tidak hanya membahas profesionalisme advokat, tetapi juga dirancang agar memberi dampak positif bagi masyarakat setempat.
“Advokat tidak hanya hadir di ruang pengadilan, tapi juga di tengah masyarakat, menjadi bagian dari pembangunan sosial dan ekonomi,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta Rapimnas disuguhi atraksi budaya lokal seperti pertunjukan tortor di atas kapal feri, serta berdiskusi langsung dengan pemuda Samosir terkait isu strategis, termasuk status Geopark Danau Toba yang sempat mendapat perhatian dari UNESCO.
Tak hanya itu, Hermawan juga mendorong para peserta untuk aktif berkontribusi dalam ekonomi lokal dengan mengimbau agar masing-masing membelanjakan setidaknya satu juta rupiah untuk produk UMKM setempat.
Jika dikalikan dengan ratusan peserta yang hadir dari berbagai daerah, langkah kecil ini diharapkan mampu menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha lokal, dari sopir, penjaja makanan, hingga pemilik penginapan.
Di sisi lain, Peradi Pergerakan juga menginisiasi kampanye media sosial dengan mengajak seluruh peserta mempublikasikan minimal lima foto tentang Samosir setiap hari, sebagai bentuk dukungan terhadap promosi destinasi wisata unggulan ini.
Hermawan menyampaikan bahwa pihaknya bahkan telah berdiskusi dengan sejumlah pemangku kepentingan mengenai kemungkinan menjadikan Samosir sebagai tuan rumah berbagai agenda nasional lainnya, termasuk rapat kerja kementerian atau lembaga di sektor kesehatan.
“Jika kita sinergikan kegiatan profesi dengan kepentingan daerah, maka banyak sektor yang akan ikut tumbuh. Ini bukti bahwa profesi hukum bisa memberi nilai tambah bagi masyarakat,” kata Hermawan.
Rapimnas 2025 ini bagi Hermawan sekaligus menjadi penegasan bahwa advokat bukan hanya pelaku dalam sistem peradilan, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak pembangunan yang lebih luas.
Dalam konteks ini, sinergi antara dunia hukum dan sektor pariwisata serta ekonomi lokal bukan hanya mungkin, tapi juga sangat relevan dan diperlukan.
REDAKSI.









