Antrean Kunjungan Membludak Jelang Idul Fitri 1447 H di Lapas Pakjo Palembang

PALEMBANG, Lingkaran Istana – Gelombang kunjungan keluarga warga binaan memadati Lapas Kelas I Pakjo Palembang menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Sejak Sabtu (21/03/2026), antrean panjang terlihat mengular di area luar lapas, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk bersilaturahmi.

Pantauan di lapangan menunjukkan suasana penuh harapan dan kerinduan. Momentum Lebaran dimanfaatkan sebagai kesempatan berharga untuk bertemu, yang bagi sebagian keluarga hanya terjadi sekali dalam setahun.

 

Bacaan Lainnya

Sejak pukul 13.15 WIB, ratusan pengunjung telah memadati lokasi demi mendapatkan nomor antrean. Mereka rela datang lebih awal dan menunggu berjam-jam untuk dapat bertemu dengan kerabat yang tengah menjalani masa tahanan.

 

Pantauan di lapangan menunjukkan suasana penuh harapan dan kerinduan. Momentum Lebaran dimanfaatkan sebagai kesempatan berharga untuk bertemu, yang bagi sebagian keluarga hanya terjadi sekali dalam setahun.

 

Salah seorang pengunjung bernama Dalima, warga 7 Ulu, mengaku telah datang sejak siang hari demi mendapatkan antrean lebih awal.

 

“Dari siang sudah di sini, menunggu lama tidak apa-apa. Yang penting bisa bertemu kakak saya walau sebentar,” ujar Dalima.

 

Meski harus berdesakan, para pengunjung tetap tertib menunggu giliran. Padatnya antrean ini mencerminkan kuatnya ikatan kekeluargaan di tengah keterbatasan.

 

Adapun jadwal kunjungan Lebaran berlangsung selama tiga hari dengan durasi maksimal 15 menit per kunjungan.

 

Pendaftaran kunjungan dibuka pukul 09.00–11.00 WIB untuk sesi pagi dan pukul 13.00–15.00 WIB untuk sesi siang. 

 

Sementara itu, layanan penitipan barang bagi warga binaan untuk sementara ditiadakan.

 

Jadwal tersebut mengacu pada ketentuan Lapas Kelas I Pakjo Palembang dalam agenda kunjungan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Seluruh kebijakan petugas berlandaskan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dan bersifat mutlak.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak lapas belum memberikan keterangan resmi karena kondisi di lokasi yang sangat padat dan tidak memungkinkan untuk dilakukan wawancara.

 

Kepadatan ini menjadi catatan penting agar pengaturan kunjungan ke depan dapat lebih optimal tanpa mengurangi makna silaturahmi di momen Lebaran.

(Toni)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *